Sekilas tentang LSM Harimau Pogangan For Flora & Fauna

Pasaman Barat adalah daerah yang delapan puluh parsen lebih di kelilingi perbukitan, hampir sepertiga merupakan hutan kawasan lindung. Dikarenakan geografis daerahnya yang dikelilingi hutan maka lebih separoh usaha masyarakat adalah dibidang pertanian,baik cara pertanian tanaman semusim atau berladang berpindah – pindah dengan komoditi nilam dan plawija yang sudah sangat turun menurun semenjak dahulu. 300.000 ha dari 338.000 ha hutan Pasaman barat dinyatakan kritis.sementara daerah pesisir sebanyak 69.541Ha merupakan kawasan perkebunan besar yang telah ditanami sawit sementara hutan rakyat/perkebunan rakyat seluas 71.388 Ha (di luar hutan ) Sementara kita tahu tanaman sawit bukan lah tanaman ideal untuk tanaman konservasi.


Berangkat dari permasaalahan tersebut diatas saya bersama teman – teman mendirikan suatu perkumpulan yang notabonenya menjadikan alat control social yang kritis, korektif, konsepsional dalam pelestarian hutan dan ekosistemnya, serta mempunyai komitmen yang kuat dalam gerakan rehabilitasi hutan dan lahan. Sehingga pada tanggal 29 Desember 2004 terbentuklah Lembaga Swadaya Masyarakat dengan nama “ Harimau Pogangan For Flora & Fauna “ atau LSM HPF3. yang diaktakan pada tanggal 06 Desember 2006 Nomor 05 melalui notaris Suryeni Abra selanjutnya Surat Keterangan Dominsili No.009/Pem/WNT/XII-2006, Surat Keterangan Terdaftar Pada Kantor Kesbang LINMAS Kabupaten Pasaman Barat No.220/130/HAL/KKL/2007 serta NPWP No. 02.514.669.4-202.000.Tahap awal kinerja LSM HPF3 adalah melkukan pembinan terhadap kelompok tani Turi dengan mengembangkan usaha penanaman padi gogo seluas 32 H di hutan rakyat,seterusnya diantara padi ditanam jenis pohon kayu – kayuan antara lain durian, petai, manggis dan bibit pohon surian serta mahoni atau kalau diminangkabau lebih sering disebut tanaman tua.Untuk memudahkan anggota kelompok dalam pengadaan bibit, maka kelompok tani juga membuat pembibitan secara swadaya yang benihnya dibantu oleh LSM HPF3. Dengan aneka tanaman tersebut para petani diharapkan tidak akan berladang berpindah – pindah lagi karena dengan adanya tanaman konservasi itu maka kebiasaan para petani akan menunggui kebunnya tersebut, sampai suatu saat nanti berhasil. Sementara untuk kebutuhan harian anggota kelompok tani dianjurkan juga menanam tanaman umur pendek sejenis sayur – mayur seperti Bayam dan juga Cabe ,Kacang - kacangan, Mentimun dan lain-lain.


Penaman tanaman konservasi bukan hanya terfokus pada lahan petani saja, tetapi juga bersama Karang Taruna/pemuda, anggota LSM HPF3 melakukan penanaman turus jalan. Penanaman turus jalan tersebut di utamakan pada jalan yang berada dalam kawasan hutan.dengan jarak tanam 7 m X 7 m. Penanaman turus jalan ini juga melibatkan anak sekolah dasar ( SD) agar kelak mereka menyadari bahwasanya melestarikan alam dengan menanam kayu – kayuan sangatlah penting demi lestarinya alam serta terhindar dari bencana banjir,longsor,kekeringan dll.

Pengembangan SDM kelompok tidak sebatas penyuluhan saja, tapi anggota kelompok juga diikut sertakan dalam pelatihan demi pelatihan, baik yang diadakan di kabupaten maupun di propinsi.

  • Maksut dan Tujuan Pendirian LSM HPF3

1. Mendidik,mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat agar sadar dan bertangung jawab atas pelestarian Lingkungan Hidup beserta ekosistemnya ;

2. Memberdayakan dan mengerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan beserta pelestaraian flora dan fauna yanag ada didalamnya;

3. Berpartisipasi dalam penyelengaraan penyelamatan lingkungan hidup dan/atau melakukan control social secara kritis ,korektif, konstruktif dan konsepsional;

4. Melaksanakan memberdayakan masyarakat dalam pembangunan di bidang lingkungan,pertanian dan perkebunanIkut berperan aktif dan berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkunagan hidup,konservasi serta pengembangan sumberdaya alam,perlindungan flora dan fauna,peningkatan serta pengolahan mutu lingkungan;

5. Berperan aktif dan berpartisipasi menjadi alat control social segala bentuk usaha pelestarian lingku ngan hidup;Ikut berperan aktif dan berpartisipasi dalam rangka memberikan pembinaan serta peningkatan sumberdaya manusia dalam pelestarian lingkungan hidup.



  • Sekelumit kinerja LSM HPF3 Tahun 2007 - 2008
  1. Penghijauan lahan kritis dengan pola pertanian Agroforesty.
  2. Penanaman turus jalan raya dan jalan usaha tani
  3. Pembibitan pohon langka, Pohon Bintangor dan Banio, dengan mencari Indukan yang berumur ratusan tahun Pembibitan dan pengembangan tanaman hias yang didapat dari hutan local seperti tanaman hias jenis talas dan angrek
  4. Penyuluhan secara swadaya kepada pelajar SD sampai SMTA se Kecamatan Talamau Pasaman BaratPembrantasan Praktek Ilegal Loging di dalam kawasan hutan lindung
  • Uraian Kegiatan

Penghijauan lahan kritis dengan berpolakan peng hijauan pola Agroforestry,yang terdiri dari tanaman kayu –kayuan ( Surian, Mahoni dll )

Penghijauan lahan kritis dikerjakan pada lahan 63 Ha dengan pola penghijauan Agroforestry karena pola penghi jauan ini para petani dapat menanam tanaman sela yakni tanaman semusim yang dapat dipanen setiap saat sambil merawat tanaman kayu – kayuan yang mereka tanam.Sebagai pen diri dan juga sebagai ketua kelompok tani TURI penghi jauan pola Agroforestry juga dikembangkan pada wadah kelompok tani..

Penanaman turus jalan raya sepanjang 23 Km dengan pohon Mahoni.

Kegiatan penanaman turus jalan dilaksanakan 2 Tahap,Tahap Pertama sepanjang 8 meter pada jalan lingkar Talu – Sinurut dengan pohon Mahoni Tahap II dilakukan pada jalan raya Talu – Panti di Tinggam Talu sepanjang 8 Km dan jalan usaha tani sepanjang 7 Km yang dikerjakan oleh anggota Karamg Taruna harapan Tinggam,Pelajar beserta Masyarakat

Pembibitan pohon langka Bintangor dan Banio

Getah pohon bintaggor telah diteliti sebagai bahan pengobatan penyakit HIV Pohon Bintangor dan Banio yang akan dijadikan pohon induk haruslah telah berumur ratusan tahun, Dalam mewujudkan pohon Bintanggor dan Banio ini agar layak sebagai pohon indukan maka HPF3 mengajukan permohonan kepada BPTH ( Balai Persertifikasi Tanaman Hutan Sumatera ) di Palembang melalui Dinas Kehutanan Kabupaten Pasaman Barat.

Pembibitan dan pengembanagan tanaman hias yang berasal dari dalam hutan local.

Aneka tanaman hias (bunga) banyak terdapat didalam hutan,bahkan ada tanaman bunga langka yang perlu dilestarikan seperti bunga Kantong Semar,Angrek dll.Pembibitan bunga dari hutan tersebut merupakan salah satu dari kegiatan yang dilakukan untuk melestarikan keaneka ragaman hayati.,an diharapkan kedepannya masyarakat dapat membudidayakan tanaman bunga ini dan menjadikan kegiatan pelestaraian tanaman ini menjadi suatu hoby sdekaligus menunjang ekonomi.

Penyuluhan swadaya kepda para pelajar SD sampai SMTA se Kecamatan Talamau

Guna menumbuhkan minat generasi muda dalam pelestarian hutan beserta ekosistemnya, selaku pendiri dan direktur eksekutif LSM HPF3 melakukan pembinaan serta penyuluhan terhadap generasi muda terutama para pelajar se Kecamatan Talamau.Pelaksanaan penyuluhan terhadap para pelajar sebanyak + 3208 Siswa. Mulai dari SD sampai SMTA selanjutnya baru dilakukan implementasi dari penyuluhan tersebut melalui penanaman turus jalan lingkar Talu – Sinurut.

Pembrantasan Praktek Ilegal Logging di Kawasan hutan Kinali II, Ulu Rajang Tinggam, Kec Talamau, Kab Pasaman Barat, Prop Sumatera Barat

Pada tanggal 28 September 2007 telah terjadi paraktek illegal logging yang dibeking oleh oknum aparat negara.dan selanjutnyap pada tanggal 22 September 2007 Calon bersama masyarakat dan pemuda Jorong Harapan Tinggam melakukan investigasi ke lokasi praktek illegal logging di kawasan hutan lindung tersebut dan melakukan pemblokiran jalan keluar truk membawa kayu dengan plang besi, Tanggal 28 September 2007 Tim Ilegal Logging dari Pemda Kabupaten Pasaman Barat terdiri dari Polhut Propinsi Sumatera Barat,Polhut,Polres,TNI dan POL PP Kabupaten Pasaman Barat dan Pemuda beserta LSM HPF3 Pasaman Barat melakukan penangkapan terhadap kayu hasil praktek illegal logging tersebut sebanyak + 37 M3.

  • Lokasi

Kegiatan penghijauan lahan berpusat di Jorong/Desa Harapan Tinggam, Penanaman Turus Jalan di Jalan Raya Kecamatan Talamau Serta jalan usaha tani di Jorong/Desa Harapan Tinggam. Kec Talamau. Pembibitan pohon langka dan tanaman hias berpusat juga di Jorong/Desa Harapan Tinggam. Kec Talamau Penyuluhan plestarian huatan dan ekosistemnya di Kecamatan Talamau, Pembrantasan illegal logging di kawasan hutan lindung Kinali II Ulu Rajang Tinggam. Kec Talamau Kab Pasaman Barat

Sumber Dana

Dana diperoleh dari dana sendiri

  • Tingkat Keberhasilan
  • Menghijaukan lahan kritis seluas 63 Ha dengan pola Agroforestry,dengan tanaman kayu – kayu an beserta tanaman sela ( tanaman semusim ) untuk dapat dipanen sehari – hariDalam pembibitan pohon langka para penduduk mendapatkan lapangan pekerjaan serta pohon langka tersebut tidak akan dikwatirkan punah lagiSetelah penangkapan illegal logging masyarakat mulai sadar bahwa menjaga lingkungan/hutan sangatlah perlu agar tidak datang bencana seperti kekeringan dan banjir atau longsor.Pembudidayaan tanaman hias juga menda tangkan mafaat dalam prekonomian masyarakat setempat apabila nanti pembudidyaan tanaman hias telah berkembang.Setelah bibit mahoni yang ditanam sepajang jalan raya dan jalan usaha tani mulai kelihatan indah di pandang mata, sekaligus menjaga medan jalan supaya nanti tidak terbal/longsor.

Mengenai HPF3

Foto saya
pasamana barat, sumatera barat, Indonesia